Produk Rumput Laut NTB Menarik Minat Dewan Sultra

Media Sultra 2009-06-16/Hal 4 Polkam

Selasa (9/6), Komisi B berkunjung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam rangka menggali lebih jauh tentang informasi pengembangan produk rumput laut di Nusa Tenggara Barat. Menurut Kabag Humas DPRD Sultra, Drs. Ali Murni, M.Si, bahwa dewan kota ingin menyaksikan langsung pengelolaan dan pemasaran rumput laut serta kerajinan mutiara. Hal ini bertujuan untuk membantu pengembangan komiditi serupa di Sultra. Hal sama diungkapkan Yaudu Salam Ajo, Sekertaris Komisi B, bahwa maksud kunjungan tim DPRD Sultra ke NTB adalah untuk mengetahui bagaimana pengembangan pengolahan rumput laut menjadi beberapa produk yang bisa dipasarkan, karena akan bernilai tambah ketimbang dijual dalam bentuk bahan baku.

Sementara itu, menurut Kadis Perindag NTB Ir. H. Hery Erpan Rayes MM, bahwa di NTB telah mempunyai pabrik pengelohan rumput laut yang terbaik nasional sedangkan untuk pengelohan mutiaranya dilakukan secara mandiri mulai dari bawah sampai kelas elit. Di NTB sudah ada perusahaan yang mengelolah tepung rumput laut yang hasilnya sudah diekspor ke Cina, Hongkong, dan saat ini penjajakan dilakukan untuk pemasaran di Timur Tengah.

Di NTB potensi rumput laut seluas 23.658 hektar dengan tingkat pemanfaatan areal seluas 670 hektar, jumlah RTP sebanyak 6.174 dengan pembudidayaan 6.181 orang. Produksi rumput laut sudah mencapai 75.509 ton dengan nilai Rp. 118.772.500.000,-. Jadi peluang pengembangan pembudidayaan rumput laut masih sangat terbuka di hampir seluruh perairan pantai dan teluk-teluk di NTB. Selain itu, di pasar dunia, mutiara NTB dikenal sebagai “South Sea Peral” (Mutiara Laut Selatan) yang dikenal memiliki keunggulan komparatif dan kompetitif, memiliki keunikan, nilai magis, dan nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Tim DPRD Sultra juga meninjau perusahaan PHOENIX FOOD yang merupakan salah satu perusahaan yang mengelola rumput laut menjadi makanan sehat, enak, dan berkualitas yang telah mengekspor produknya ke luar negeri. Dari hasil kunjungan tersebut, Komisi B DPRD Kota Kendari menyimpulkan bahwa di Sultra juga mempunyai potensi jauh lebih besar. Hanya saja kendala yang dihadapi selama ini perhatian pengelohan rumput laut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Untuk diharapkan Pemda Sultra perlu meningkatkan perhatian terhdap pengelohan rumput laut demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Kendari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: