Denda Perda K3 tak Berlaku

Kendari Pos 2009-06-16/Hal 11 Metro

Perda K3 (Kebersihan, Keindahan, dan Ketertiban), sudah berlaku hampir satu bulan lebih, namun belum ada realisasi dari komitmen dari Pemkot untuk menerapkan Perda K3. Hal ini terbukti belum ada sanksi yang diberikan kepada orang yang terbukti membuang sampah di sembarang tempat. Kantor Walikota sebagai pilot project yang menerapkan Perda K3 dengan konsep pemberian sanksi secara langsung kepada setiap orang yang membuang sampah sembarangan tempat. Menurut Kabag Humas Pemkot Kendari, Heryanto Sada, bahwa jenis sampah apapun yang dibuang bukan pada tempatnya, akan dikenakan denda sebanyak Rp 50 ribu. Termasuk puntung rokok yang dibuang sembarangan akan di denda sebanyak Rp 50 ribu.

Meskipun sudah hampir satu bulan lebih Perda K3 berlaku, tapi puntung rokok semakin banyak berserakan di Kantor Walikota, dan anehnya tidak satu pun diberi sanksi. Hal ini membuktikan bahwa komitmen Walikota dalam menerapkan Perda K3 dengan sistem denda jauh dari harapan kita semua.

Saat diminta konfirmasinya, Wakil Walikota Kendari, Musadar Mappasomba bahwa pemberlakuan Perda K3 dengan konsep denda masih diaplikasikan di lingkungan Kantor Walikota. Namun kebijakan tersebut masih perlu pengkajian tentang sistem pengawasannya. Bahkan selama ini belum ada perbedaan sanksi antara yang membuang sampah dalam kapasitas besar dan kapasitas kecil. Tapi bukan berarti kebijakan tersebut tidak diberlakukan. Adapun pengawasan akan diserahkan kepada Satpol PP. Namun kendala yang dihadapi bagi mereka yakni apabila pejabat yang melakukan pelanggaran itu. Sehingga, akan sangat sulit bagi Satpol PP untuk menegur atau memberi sanksi, apalagi bila kepada Dinas yang berbuat. Oleh karena itu, memang masih perlu dibahas lebih lanjut mengenai sistem pengawasan sehingga kebijakan tersebut betul-betul diaplikasikan. Untuk ke depannya jika ada yang melanggar sanksi maka akan dipublikasikan. Contoh, jika ada Kepala Dinas yang buang puntung rokok sembarang tempat, maka dia akan di denda dan publikasikan, supaya masyarakat tahu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: