90 Persen Izin KP di Konut Bermasalah

Kendari Pos 2009-06-11/Hal 5 Bumi Anoa

Di Sulawasi Tenggra masalah penertiban izin Kuasa Pertambangan (KP) termasuk amburadul. Seperti masalah sengketa tanah dengan masyarakat hingga tumpang tindihnya lahan konsesi. Bukan hanya itu, banyak juga masalah izin investor. Dalam kasus tumpang tindih lahan izin KP, Dinas Energi dan Sumberdaya Mineral (ESDM) Sultra, merilis bahwa Konawe Utara sebagai daerah yang izin KP-nya paling banyak bermasalah. Dari jumlah 70 izin KP yang diterbitkan oleh Pemkab Konut, ada 67 KP atau lebih 90 persen bermasalah.

Menurut Burhanuddin, Kabid Mineral Bapahum pada dinas ESDM Sultra, bahwa dua faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi, yakni Pertama, adanya faktor pemekaran wilayah. Sebelum Konawe Utara berdiri sendiri, Konut merupakan teritori dari Konawe. Pada saat berintegrasi dengan Konawe, sudah ada beberapa izin KP yang diterbitkan di Konut oleh Bupati induk. Kedua, kemungkinan setelah pemekaran, dan dipimpin oleh Aswad Sulaeman, PJ Bupati itu terus mengeluarkan izin KP tanpa ada koordinasi sebelumnya dengan ESDM. Akibatnya, dari hasil evaluasi dinas yang dipimpin oleh Hakku Wahab bahwa bisa jadi ada data yang belum masuk di dinas ESDM. Tapi, 67 KP adalah hasil evaluasi ESDM.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi), bahwa di Sultra ini, keluarnya izin KP tumpang tindih bisa jadi bukan karena Konawe Utara belum menerima data dari Kabupaten induk, akan tetapi ada segelintir pihak yang ingin mengeruk keuntungan dari kondisi lahan di Konawe Utara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: