Kajati Pertanyakan ke MA

Kendari pos 2009-06-10/Hal 5 Bumi Anoa

Kajati Sultra, Timbang Hutauruk penasaran dengan raibnya barang bukti (BB) 2080 batang kayu jati sitaan atau setara dengan 696 kubik kayu. Padahal sebelumnya, jaksa tidak pernah menangani ataupun menyita BB yang disebutkan dalam putusan Mahkamah Agung (MA ) RI tanggal 7 Februari 2006. Untuk itu pihaknya sudah melayangkan surat ke MA untuk mempertanyakan perihal butir 10 putusan yang tertulis yang berupa barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp. 351.321.000, dan kayu jati 2080 batang atau 696,574 meter kubik dikembalikan ke Dishut Muna.

Menutut Timbang Hutauruk bahwa ia sudah menkonfirmasikan pada jaksa yang menangani perkara tersebut, termasuk melihat langsung berkas perkaranya. Mulai dari tingkat penyelidikan, penuntutan, hingga eksekusi sekarang, tapi dalam perkara tersebut jaksa tidak pernah menyebut-neyebut kayu. Kajari hanya menyelidiki hasil lelang kayu sehingga yang dijadikan BB adalah uang senilai ratusan juta rupiah, bukan kayu.

Dalam pertemuan kemarin dengan sejumlah wartawan, Rabu kemarin  (9/6), Timbang Hutauruk mengungkapkan bahwa soal mengapa hakim ataupun pengadilan menyebutkan BB 696 kayu jati sitaan dalam putusan, maka pihaknya tidak punya hak untuk mengomentari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: