Pemilik Tanah Emas pun Diusir

Kendari Pos 2009-06-08/Hal.5 Bumi Anoa

Menurut Ketua Chanel HAM Indonesia, Sri Saputra Busdiras Huta, saat ditemui di Graha Pena Kendari, Minggu kemarin (7/6), bahwa himbuan pengosongan lokasi tambang emas Bombana melalui surat edaran yang telah ditandatangani Wakil Bupati Bombana, sangat jelas. Dimana sasaran pengusiran adalah para pendulang dan pedagang. Bukan bagi pemilik lahan atau pewaris tanah ulayat. Sri juga mempertanyakan mengapa para pemilk lahan adat juga harus diusir dari lokasi tambang, yang jelas-jelas tanah tersebut merupakan milik mereka. Seharusnya mereka diperbolehkan untuk menjaga lahan mereka, agar tidak diserobot para investor tambang. Ada empat investor pemegang kuasa pertambangan masih melakukan aktivitas ditanah para pemilik lahan tanpa meminta izin dari pemilik lahan tersebut.

Pihaknya juga dibuat geram atas tindakan Pemkab Bombana yang telah mengeluarkan izin kepada empat investor pertambangan tanpa ada pengawasan maksimal. Untuk itu, tim dari Chanel HAM telah turun lapangan sejak 17 Mei lalu dan telah menemukan kegiatan eksploitasi, bukan eksplorasi seperti yang disebutkan Pemkab Bombana.

Untuk itu, Chanel HAM berharap pemerintah memberikan perlindungan kepada pemilik lahan atau pewaris ulayat. Bombana bukan tanah tanpa tuan dan dalam pengelolaan tambang emas memberikan keleluasaan, dan kemudahan kepada masyarakat lokal terutama pemilik lahan untuk mengurus izin pertambangan sesuai kemampuan masing-masing.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: