2010, Sultra Jadi Pusat Pertambangan Nasional

Kendari Ekspres 2009-06-09/Hal.1

Gubernur Sultra, Nur Alam menyatakan bahwa ditahun 2010, Sulawesi Tenggara akan dijadikan pusat industri pertambangan nasional. Menurutnya, dari segi sumberdaya alam, Sultra bisa mewujudkan ini. “Kita punya tambang emas dengan kandungan berkisaran 1 juta ton. Aspal Buton 670 ribu juta ton, kalkulasinya 500 tahun kedepan tidak akan habis, lalu Nikel dengan kandungan miliyaran juta ton. Belum lagi tambang mineral lainnya. Dengan kondisi ini, kita bisa wujudkan Sultra untuk bisa menjadi pusat industri tambang nasional,” ungkap Nur Alam, Selasa pekan lalu (3/6).

Pada saat ini Pemprov Sultra sedang merancang bagaimana mewujudkan program ini. Untuk mencapai program tersebut banyak hal harus dilakukan.  Salah satunya, menurunkan status kawasan hutan lindung menjadi hutan produksi dengan luasan sekitar 400 ribu hektar lebih yang tersebar di 10 kabupaten/kota se-Sultra.Penurunan status kawasan hutan lindung menjadi hutan produksi sedang dalam proses. Jika ini bisa terwujud, maka Sultra akan segera menjadi pusat industri tambang. Tanpa mengesampingkan isu lingkungan.

Sementara itu, Bambang Suroso, anggota DPD-RI asal Bengkulu, ketua tim kerja Pemberdayaan Aspal Buton, pada saat bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tenggara belum lama ini, memuji potensi tambang Sultra. Bahkan jika potensi tambang ini dikelola dengan baik, tidak hanya bisa mensejahterakan masyarakat Sultra yang jumlah penduduknya hanya 1,2 juta lebih, tetapi bisa membayar hutang Indonesia diluar negeri. “Sultra, adalah provinsi yang luar biasa. Potensi alamnya sangat hebat. Jika dikelola baik, hutang Indonesia akan terbayar habis,” puji Bambang. Bambang juga meminta Nur Alam, agar dalam mengelola sumber daya alam, selalu memikirkan kepentingan rakyat. Jangan seperti zaman dulu katanya, mengelola hasil alam tetapi lari keluar negeri.

Selain itu,  Yaudu Salam Ajo, Sekertaris Komisi B DPRD Sultra mengingatkan pemprov Sultra tentang persoalan program, bahkan ia salau. Hanya saja kita tidak juga mengabaikan potensi lain, seperti Pertanian, Perkanan dan Perkebunan, yang justru lebih ramah lingkungan. Yaudu juga mengingatkan gubernur Sultra, untuk mempersiapkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Pemprov Sultra, agar jelas, dimana industri-industri tambang akan dibangun. Agar tidak tumpang tindih dengan RT/RW nasional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: