Seluruh Pejabat Dishut Muna Lepas Tangan

Kendari Pos 2009-06-03/Hal.1

La Ode Kardini SE MSi dan Ali Samaria SH mengaku tak mengetahui keberadaan barang bukti (BB) 696 kubik jati. Kardini hanya mengaku disodori berita acara serah terima barang tapi tak diperlihatkan wujudnya. Ali Samaria mengaku melakukan pelelangan jati tapi bukan kayu jati yang dijadikan barang bukti.

Bukan hanya keduanya yang menyangkal terkait raibnya ratusan kubik jati tersebut.  Sejumlah Kepala Bagian di kehutanan maupun pejabat tehnis kehutanan pun mengaku tak pernah bersentuhan sama sekali dengan BB tersebut.  Termasuk Juli Isnur SH dan Emilwan SH, dua jaksa yang menyodorkan berita acara serah terima 696 kubik jati dan uang Rp 351 juta lebih pun kini lepas tangan. Kedua pihak membantah dikatakan terlibat dalam masalah ini. Alasannya, saat itu mereka belum menjadi jaksa di Muna.

Soal pengakuan Kardini bahwa Juli Isnur dan Emilwan-lah yang menyerahkan berita acara tersebut kepadanya dianggap bukan keterlibatan. Berita acara inilah yang ditolak Kardini karena tak punya ada fisik kayunya.

Sebelumnya kasus ini mencuat setelah La Udi Kudu yang pertama kali membongkar kasus ini. La Udi Kudu yang berhasil membongkar masalah ini karena 696 kubik jati inilah yang membuat dia terpenjara bertahun-tahun.

Masih dari masalah raibnya 696 kubik jati. Mantan Ketua Panitia Lelang Kayu Jati, Rahman TB juga membantah jika dirinya dianggap telah melelang barang bukti tersebut. “Memang saya ketua lelang kayu jati tahun 2005. Ada dua kali lelang kayu jati tahun itu. Kalau tahun 2004, ketua panitia lelang masih dijabat Simon Mahuri. Tapi, setahu saya berdasarkan laporan dari tim di lapangan dan tertuang dalam risalah lelang, tidak ada barang bukti yang dilelang. Kalaupun ada, tidak mungkin kita lelang karena secara aturan  tidak dibenarkan. Yang dilelang itu cuma kayu temuan, ungkap Rahman TB, Selasa kemarin (2/6).

Tapi sayang, keterangan dari Rahman TB ternyata sangat kontradiksi dengan keterangan La Taele, yang mengaku tidak tahu menahu perihal BB ratusan kubik kayu jati maupun uang Rp 351 juta lebih.Dalam berita acara tertanggal 7 bulan Febuari 2006 yang ditanda tangani oleh Kasi Pidsus Kejari Raha, Juli Isnur SH, Kepala Rutan Kelas 2B Raha, serta dua terpidana korupsi lelang kayu jati Arief Aty Malefu dan La Udi Kudu dalam butir ke-10 tertulis, barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 351.321.000 dan kayu jati 2.080 batang atau 696,574 meter kubik dikembalikan ke Dishut Muna.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: