HMI : Semrawut Pengelolaan SDA

Kendari Ekspres 2009-05-19/Hal-8

Puluhan massa dari HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) menggelar aksi demonstrasi di perempatan lampu merah Jl. Balai Kota, Senin (18/5), yang menjadi topik utama aksi HMI terkait dengan kesemrawutan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) di Sulawesi Tenggara.

Menurut Sekertaris Umum HMI Cab. Kendari, Saifin dalam orasinya menyatakan bahwa potensi SDA di Sulawesi dari sektor tambang cukup besar dan mampu memberikan kontribusi riil untuk pemasukan daerahnya, menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat, serta meningkatkan taraf kehidupan ekonomi masyarakat Sultra. “SDA yang melimpah ini memerlukan pengelolaan yang serius dengan senantiasa memperhatikan asas manfaat serta dampaknya pada lingkungan sekitar, ujar Saifin.

Dalam aksinya massa HMI mengeluarkan pernyataan sikap yang memuat beberapa realitas terkait masalah penambangan yang hingga sekarang masih menuai kontroversi. Masalah tersebut antara lain status izin Kuasa Pertambangan (KP) yang tidak jelas serta memenuhi kriteria undang-undang, penyeborotan tanah-tanah negara, Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) yang tidak jelas, dan mengarah pada laju pengrusakan  hutan oleh para milik KP, serta simpangsiur sengketa lahan antara investor dan masyarakat  hingga tidak jarang pula muncul konflik horizontal, serta maraknya investor calo KP yang kemudian menimbulkan kerugian daerah.

Massa HMI mendapat pengawalan ketat dari aparat kepolisian karena massa HMI melakukan aksi bakar ban di tengah jalan yang menimbulkan kemacetan lalu-lintas. Setelah terjadi diskusi jalanan antara massa HMI dengan aparat kepolisian, massa akhirnya melanjutkan aksinya di kantor DPRD Provinsi Sultra.

Setelah melakukan orasinya selama 30 menit, massa HMI akhirnya diterima Hasid Pedansa, anggota Komisi C DPRD Sultra. Hasid Pedansa menyatakan, DPRD Sultra sebenarnya tidak punya kewenangan dalam mengurus persoalan di daerah tingkat II. “Kita akan koordinasikan secepatnya dengan pemerintah provinsi, untuk mengambil langkah-langkah secepatnya mengatasi permasalahan yang muncul”, ujar Hasid.

Dalam aksi tersebut, massa HMI juga  meneriakkan contoh kasus tambang emas di Kabupaten Bombana. Massa mengecam tindakan Bupati Bombana, Atikurrahman yang dinilai sangat otoriter.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: