Lembar Informasi 2009-04 Menguatkan Fundamental Wakatobi dengan Percepatan Ekonomi Mikro

fs0904-percepatan-ekonomi-mikro-wakatobi

Menguatkan Fundamental Wakatobi dengan Percepatan Ekonomi Mikro

WAKATOBI merupakan kawasan taman nasional seluas 1,360 hektar. Dulunya kawasan ini dikenal dengan nama kepulauan tukang besi, namun untuk sebuah alasan yang merujuk pada kesamaan status, sosial, budaya dan politik, nama itu diubah jadi Wakatobi yang diambil dari singkatan empat gugusan pulau yakni Wanci – Kaledupa – Tomia – Binongko.

Pada tahun 1999, Wakatobi resmi menjadi kabupaten tersendiri dan pada tahun-tahun selanjutnya Pemerintah Daerah Wakatobi mengeluarkan kebijakan bahwa Wakatobi haruslah menjadi kabupaten konservasi bahari. Mengapa? karena keindahan alam Wakatobi merupakan investasi besar-tak terbaharukan yang bila terjaga akan memungkinkan seluruh generasi Wakatobi kedepan menikmati kekayaan yang sama. Cara yang ditempuh warga dan pemerintah dengan melestarikan 750 jenis karang (belum lagi karang atol Kaledupa sepanjang 48 kilometer, tak tertandingi di belahan dunia manapun) dan 942 jenis ikan juga telah mengangkat nama Wakatobi sekaligus membuatnya masuk dalam kawasan yang memiliki keragaman hayati terbanyak di dunia – “coral triangle center”—yakni segitiga terumbu karang dunia, selain Malaysia, Philipina, Solomon Islands dan Papua New Guinea.

Karena kekayaan sumberdaya tersebut, warga haruslah memperoleh manfaat yang layak untuk menaikkan kualitas hidupnya dan berkelanjutan. Saat ini, Pemerintah Wakatobi mencanangkan program pariwisata berbasis konservasi dan perikanan berkelanjutan dan pemanfaatan pesisir sebagai lokasi budidaya.

Tentu saja menjadikan Wakatobi sebagai kawasan Bahari bukan tanpa tantangan samasekali. Perlu kolaboratif solid antar Pemerintah-stakeholders-swasta dan seluruh warga. Tiap pihak diharapkan mengambil peran penting dalam proses-proses yang tengah berjalan dan memberikan komitmen untuk memberdayakan pelaku usaha ekonomi yang akan bergerak dibidang pariwisata maupun pengelolaan per-ikanan berkelanjutan. Bagi Pemerintah Wakatobi, pengelolaan kawasan taman nasional Wakatobi tidak hanya tentang bagaimana warga ikut menjaga kawasan itu tapi juga tentang bagai-mana mereka ikut menerima manfaat ekonomi dari kawasan tersebut.

Dalam 5 tahun pembangunan Wakatobi, peran warga diharapkan pada level mikro bisa bergerak naik menjadi menengah dan sesegera mungkin menyentuh aspek pengelolaan usaha seperti hotel, restaurant, travel agent dan toko-toko yang terkait dengan penyediaan alat selam. Selanjutnya transportasi, even organizer, dive operator, Wakatobi Paradise Park maupun semi Submersible/Submarine.

Memupuk sifat kewirausahaan sedini mungkin akan memaksimalkan peran-peran warga Wakatobi dan pada akhirnya akan mengurangi panjangnya mata rantai transaksi yang selama ini terjadi. Bila mata rantai tersebut menjadi lebih singkat, maka angka kemiskinan akan ikut berkurang dan memberi keuntungan jangka panjang pada warga maupun Taman Nasional Wakatobi itu sendiri.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:
ABDUL MANAN
(Kepala Bappeda Kabupaten Wakatobi)
Mobile : 0812 45778958,
e-mail : manan_1961@yahoo.com

Advertisements

One Response

  1. Wakatobi yang sdh terkenal dimana2 namun rakyatnya masih sgat keterbelakang di segala bidang. Hal ini disebabkan pembangunan di wakatobi hanya diarahkan pada pembangunan infrastruktur yang hanya di rasakan oleh kalangan elit…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: