Emas Bombana kini jadi Sengketa

Emas Bombana kini jadi Sengketa

Oleh; Abdul Saban
Harapan mendulang emas bagi warga dalam tiga kelompok pewaris tanah ulayat di kabupaten Bombana, pupus sudah. Dari hasil inventarisasi luas lahan berpotensi emas oleh pemda setempat, menunjukan banyaknya lahan masyarakat yang dilimpahkan kepada pihak investor sebagai perusahaan tambang resmi dan diakui oleh pemda Bombana, provinsi Sulawesi Tenggara.

emas-bombanaSeperti yang dilansir oleh dua Koran local Sultra hari ini (Media Sultra, hal 4. Rubrik POLKAM dan Kendari Pos, hal 5 rubrik Bumi Anoa),  tanah ulayat yang kini tengah dirampas tanahnya itu adalah warga adat Fumbubangka, Rarowatu, Pangkuri dan Tahite. Ketiga kubu pewaris tanah tersebut berharap pemerintah mencocokan kembali hasil verifikasi lahan dengan peta pembagian lahan oleh keturunan Mokole Moronene sebelumnya. Dimana hasil verifikasi tersebut mengandung unsure rekayasa tapal batas lahan, sehingga menimbulkan keberatan bagai pihak pewaris lainnya. Hal itu dikatakan oleh Ardin Sarewo ketika memberikan pengertian kepada Pemda Bombana atas status lahan dikawasan tambang emas.

lokasi-pendulanganDemam emas di Bombana semakin hari memang semakin tak terkendali. Setelah pemda setempat membuka kesempatan sebesar-besarnya kepada warga untuk mendulang emas ditempat itu, kini giliran perusahaan besar yang dibersi mandat untuk menambang emas di daerah itu.

Sayangnnya, pemerintah daerah setempat tidak pernah belajar dari kasus penambangan emas yang ada di Indoneseia. Kasus perempasan tanah ulayat kemudian diberikan kepada investor adalah salah satu contoh dampak negative pertambangan. Selain sikap pemerintah yang mengedepankan PAD diatas segalanya, fungsi control dari pihak LSM, Media Masa serta stake holder terait masih sangat minim.

lokasi-perkemahan-pendulang-emas

Media Sultra, Jum’at 17 April 2009, Hal 4. POLKAM
Pewaris Tanah Ulayat Lokasi Tambang Tuntut Keadilan
pegadaian-emas-bombanaBombana (Media Sultra): Tiga Kelompok pewaris tanah ulayat dilokasi tambang emas Bombana menuntut keadilan kepada pemerintah Bomabana. Tuntutan itu sebagai konpensasi atas pemetaan lokasi tambang emas yang telah dilakukan oleh pemerintah setempat.

Sesuai hasil pemetaan dan verifikasi lokasi tambang oleh pemda Bombana dinilai tidak memenuhi rasa keadilan dan menyimpang dari batas-batas kawasan sesuai status kepemilikan lahan.

Kelompok yang keberatan tersebut adalah pewaris taah ulayat Fumbubangka, Rarowatu, Pangkuri dan Tahite. Ketiga kubu pewaris tanah tersebut berharap pemerintah mencocokan kembali hasil verifikasi lahan dengan peta pembagian lahan oleh keturunan Mokole Moronene sebelumnya. Dimana hasil verifikasi tersebut mengandung unsure rekayasa tapal batas lahan, sehingga menimbulkan kebertan bagai pihak pewaris lainnya. Hal itu dikatakan oleh Ardin Sarewo ketika memberikan pengertian kepada Pemda Bombana atas status lahan dikawasan tambang emas.

Ardin Sarewo yang merupakan tokoh masyarakat Moronene mengaku kecewa kepada pementah atas rekomedasi yang diberikan pada beberapa perusahaan untuk eksplorasi dan eksploitasi di lokasi tambang. Pasalnya, lahan tersebut masih bersengketa.

Sementara dari masyarakat desa Tahite ketika melakukan aksi di kantor Bupati Bombana mendesak pemda agar memberikan izin bagi penambang tradisional untuk mendulang emas di lahan masing-masing. Demikian disampaikan oleh korlapnya, Kadir Masa, kemarin (16/4).
Untuk menyelesaikan persoala tersebut, pemda Bombana akan segera mengadakan pertemuan intern yang dihadiri jajaran Muspida Bombana. Hal itu ditegaskan oleh wakil Bupati Bombana, Muh. Subhan Tambera, ketika menerima pengunjuk rasa dan para ahli waris tanah Ulayat di lokasi tambang emas yang berlangsug di gedung Serbaguna Bombana, kemarin.

Kendari Pos, hal 5. Bumi Anoa
Investor Diminta Hentikan Penambangan
Jum`at, 17 April 2009 07:09:41 – oleh : admin
Kasipute, KP
Masyarakat Rau Raru dan Tahi Ite memprotes kehadiran investor di wilayahnya. Gejolak penolakan itu mulai terlihat dengan adanya aksi demonstrasi di kantor Bupati Bombana.

Masyarakat dari dua wilayah itu meminta investor menghentikan segala aktivitasnya. Menurut mereka,  selain tidak ada izin dengan pemilik lahan, kepemilikan kawasan yang dikelola investor melalui kuasa penambangan (KP) juga masih tumpang tindih.

” Kami minta para investor itu untuk menghentikan aktivitasnya sebelum segala permasalahan diselesaikan,” teriak Kadir Massa, juru bicara sekaligus koordinator lapangan masyarakat pemilik lahan Rau-Rau dan Tahi Ite saat menyampaikan aspirasinya.  Investor itu diantaranya adalah PT Tiran Indonesia dan Sumber Alam Mega Karya. “Apabila sampai Senin nanti investor ini tidak berhenti, maka masyarakat pemilik lahan dan pendulang tradisional yang akan menghentikan sendiri kegiatan,” ancamnya.

Mendengar ancaman tersebut, Asisten I Setkab Bombana, Slamet Rigay meminta kepada masyarakat Raurau dan Tahi Ite untuk mengurungkan niat tersebut. Sebagai langkah alternatif, Slamet Rigay berjanji akan memediasi persoalan tersebut melalui berkoordinasi langsung dengan para investor. ” Di dalam izin KP sudah menjadi kewajiban investor untuk negoisasi dengan pemilik lahan dan mengakomodir warga di sekitarnya. Jika ini belum dilakukan maka kami akan memediasi langsung. Apalagi saat ini (kemarin, red) masih ada pertemuan antara pemilik lahan dan Pemkab terkait status kepemilikan lahan di tambang,” kata Slamet Rigay.

Mendengar pernyataan tersebut massa dengan menggunakan puluhan roda dua dan beberapa kendaraan roda empat lalu meninggalkan kantor bupati dan bergegas menuju gedung serbaguna Kasipute untuk mengikuti pembahasan status kepemilikan tanah. Rapat yang dipimpin Wakil Bupati Bombana, Subhan Tambera serta di hadiri Sekab. Idrus Effendi Kube, termasuk kepala dinas terkait sepakat untuk memanggil semua investor untuk membuat pernyataan agar tidak melakukan kegitan sebelum persoalan lahan dengan masyarakat dituntaskan. “Investor juga akan diberikan surat teguran,” tandas Asisten I. (nur/cok)
pegadaian-emas-bombana2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: