Lembar Informasi 2008-05 Jaga DAS Untuk Ketahanan Pangan Sultra

 

Jaga DAS Untuk Ketahanan Pangan Sultra

Daerah Aliran Sungai (DAS) Konaweha terancam. Pembukaan lahan untuk perkebunan, pengelolaan lahan kering yang tidak konservatif dan pengembanan wilayah otonomi menyebabkan bagian hulu DAS Konaweha mengalami kritis. 

Bagian tengah dan hilir DAS juga mengalami tekanan yang sama. Tengah dan hilir ditekan akibat pembukaan lahan untuk perkebunan, tambang pasir, pertanian lahan kering tidak konservatif, sedimentasi tinggi, kekeringan sumber mata air, tekanan penduduk yang tinggi, banjir  hingga lahan tidur dan irigasi sawah yang terganggu.  

DAS sangat menyangkut hajat hidup orang banyak, baik untuk membangkitkan energi listrik, irigasi, industri, pertanian, perikanan dan wisata. Bila DAS tak terkelol baik, maka ancaman krisis pangan akan terjadi di wilayah kita. Air yang tak stabil akan menyebabkan irigasi-irigasi tak mampu mengairi sawah petani, panen akan mengalami kegagalan atau penurunan jumlah panen.  Tengok tiga tahun lalu, petani  panen 2-3 kali setahun, kini hanya sekali. Ketika pihak pemerintah mengumumkan adanya surplus beras, maka itu timbul karena percetakan sawah baru, bukan berasal dari sawah-sawah yang telah ada. Pertanyaanya, sampai kapan percetakan sawah baru terus dilakukan?

Ancaman DAS di Konaweha berasal dari degradasi hutan dan lahan yang terjadi tiap tahun. Diiringi banjir, tanah longsor dan kekeringan. Erosi dan sedimentasi juga mengancam waduk-waduk yang telah ada. Koordinasi yang lemah antar daerah pengguna DAS menyebabkan program pembangunan tak terpadu.   Sampai kapan hal ini terus terjadi?

DAS adalah : Suatu bentang lahan yang dibatasi oleh punggung bukit pemisah aliran yang menerima, menyimpan dan mengalirkan air hujan melaluan di sungai utamai jaringan sungai dan bermuara di satu patusan di sungai utama menuju danau atau laut. Seluruh wilayah daratan terbagi habis dalam DAS-DAS, setiap DAS terbagi dalam sub DAS.

INFORMASI UMUM DAS KONAWEHA

Luas DAS : 715.067,81 Ha
Panjang Sungai : 341,55 Km
Berhulu di G. Wiau dan G. Nekudu Kec. Alahan .bermuara di Kecamatan Pohara
Curah Hujan Tahunan
– Bagian Hulu : 1708,06 mm / tahun
– Bagian Tengah : 1604,75 mm / tahun
– Bagian Hilir  : 1469,56 mm /tahun
Wilayah Administrasi :
– Kolaka Utara, Kolaka,Konawe,Konawe Utara
– Konawe Selatan,Kota Kendari
Bentuk DAS = Memanjang , Pola Aliran = ….
Land Use Bagian Hulu  dominan Hutan Lahan Kering Sekunder dan Perkebunan, Bagian Tengah dominan Pemukiman, Pertanian Lahan Kering, Sawah, Perkebunan, dan rawa, Bagian Hulu dominan, pertanian, pemukiman, semak belukar.
Pola Aliran dendritic bentuk sungai meanjang
Sedimentasi 295,92 Ton/Ha/Tahun

Untuk Informasi Lebih Lanjut Hubungi :
Faisal Misran
Kantor BP DAS Sampara
Jl. Balaikota No. 13 Telp. (0401) 321063

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: