Lembar Informasi 2008-04, Krisis Energi

Krisis Energi, Cari Alternatif Baru dan Mulailah Hemat Energi

BERMASALAH dengan listrik?

Simak ini, PLN saat ini baru bisa melayani 123.256 pelanggan rumahtangga dari 220.886 rumahtangga di Kendari. Di Baubau, baru 61.841 pelanggan rumahtangga dari 210.473 rumahtangga yang berkeinginan memiliki listrik dan sekitar 611 desa yang tak mendapatkan fasilitas ini. Bisa jadi, kita satu dari mereka. Pertanyaannya, mengapa masalah kelistrikan di Sulawesi Tenggara tak bisa tertangani baik?Apakah sumber energi kita cukup untuk 5 atau 10 tahun ke depan? Apakah pemadaman akan berlangsung terus?

Jawabannya; 1. Pembangkit listrik di Sulawesi Tenggara di dominasi pembangkit tenaga diesel yang mesinnya tua dan membutuhkan biaya operasional tinggi. 2. Tak ada investasi lain dibidang kelistrikan yang secara nyata masuk di Sulawesi Tenggara. Padahal, Sultra memiliki potensi besar untuk mengembangkan alternatif energi baik pembangkit listrik bersumber dari air, matahari, angin dan gelombang. Selain itu limbah produksi petanian seperti tempurung kelapa, sekam padi dan kulit kakao untuk karbonisasi juga bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif pengganti bahan bakar minyak. Semua sumber energi ini belum dimanfaatkan maksimal, karena itu diperlukan peran besar Pemerintah selaku regulator untuk membuka akses investasi yang ramah lingkungan.

Cara lain adalah mulailah gerakan hemat listrik dari tingkat paling kecil. Gerakan hemat energi akan membantu pengurangan penggunaan energi yang tak terbaharukan, dengan cara ini kita turut membantu menjaga lingkungan hidup.

SMART SAVING, SMART LIVING!
Di Rumah, kantor, dan sekolah

1. Matikan lampu dan peralatan elektronik (lampu, televisi, komputer, stereo, mesin
cuci, oven, hingga video game) bila tidak diperlukan: saat makan siang, rapat, pulang
kantor, dst. Jangan meninggalkannya dalam keadaan stand-by. Mereka masih
mengonsumsi listrik!
2. Beli alat elektronik dengan model paling hemat energi.
3. Memasak air minum? Didihkan sesuai kebutuhan. Untuk mandi, gunakan pemanas
tenaga matahari. Dan, dijaga jangan sampai air mengalir terus menerus.
4. Bersihkan saringan penghisap debu, termasuk saringan AC. Saringan yang
tersumbat menyebabkan motor bekerja lebih berat sehingga menggunakan lebih
banyak listrik.
5. Manfaatkan cahaya matahari dan angin yang alami secara optimal di siang hari.
Buka jendela lebar-lebar. Nyalakan lampu saat menjelang sore. Jangan lupa lampu
diganti dengan lampu hemat energi. Dan, lampu dijaga selalu bersih supaya terang
dengan maksimal.
6. Pintu lemari es harus ditutup rapat dan hanya dibuka seperlunya. Isi lemari es
secukupnya. Terlalu penuh akan menghalangi sirkulasi udara pendingin. Sama
halnya ketika kita memasukkan makanan/minuman panas. Ini akan membuat kulkas
bekerja lebih keras.
7. Atur suhu AC sesuai kebutuhan. Karena semakin dingin suhu semakin banyak
energi listrik yang diperlukan.
8. Gunakan mesin cuci hanya bila cucian Anda banyak. Atau, sesuai kapasitas. Lalu, isi
air sesuai petunjuk. Gunakan panas matahari untuk pengeringan secara alami.
Mesin cuci yang efisien mampu menghemat air hingga 1.500 liter per tahun. Hemat
listrik, hemat air, hemat biaya!
Lembar Fakta
9. Bersihkan bagian bawah setrika dari kerak/kotoran. Setrika otomatis lebih hemat
listrik. Atur setrika listrik, sesuai dengan tingkat panas yang diperlukan.
10. Cegah kebocoran air pada kran atau pipa.
11. Pertimbangkan untuk membeli laptop dibanding desktop atau personal computer
karena laptop lebih hemat 5 kali lipat dibanding desktop. Ketika Anda sudah memiliki
desktop dianjurkan menggunakan layar monitor LCD dibanding CRT.
12. Bila perlu, atur “energy audit” secara berkala untuk gedung Anda. Para ahli energi
akan menganalisa kapan dan dimana saja terjadi pemborosan energi dan apa yang
bisa dilakukan agar energi tersebut bisa digunakan secara lebih efisien. Audit ini
biasanya gratis. Termasuk audit untuk proses produksi dan kendaraan yang dipakai
oleh semua pemakai gedung.

HITUNG SENDIRI PEMAKAIAN LISTRIK ANDA

Biaya listrik = Total kWh (jumlah pemakaian listrik) x lama pemakaian dalam jam x
Tarif Dasar Listrik (sesuai kelompok golongan)
Tarif Dasar Listrik (TDL) menurut http://www.pln.co.id
Golongan R1 (< 2200 VA), 1 kWh = Rp 320,- untuk pemakaian sampai dengan 20 kWh
Golongan R2 (2200 VA – 6600 VA), 1 kWh = Rp 575,-
Golongan R3 (>2200 VA), 1 kWh = Rp 621,-
Misalnya, untuk sebuah lampu berdaya 100 watt yang digunakan selama 10 jam setiap
harinya, konsumen di kelompok R1 harus membayar
= 0.1 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 9,150,- sebulan.
Sementara apabila lampu tersebut diganti dengan lampu hemat energi berdaya 20 watt,
konsumen hanya perlu membayar
= 0.02 kWh x 10 x 30 hari x Rp 305,- = Rp. 1,830,- sebulan.

Ganti Lampu 100 watt dengan lampu 20 Watt untuk pemakaian 10 jam/hari.
Coba dihitung:

• Penghematan energi listrik/bulan:
(100W-20W) x 10 jam/hari x 30 hari = 2400 Wh = 2,4 kWh
• Penghematan biaya/bulan:
• Tarif R1 (< 2.200 VA) = rata-rata Rp. 320,- /kWh
2,4 kWh x Rp. 320,- = Rp. 768,-
• Tarif R2 (2.200 – 6.600 VA) = Rp. 575,-/kWh
2,4 kWh x Rp 575,- = Rp. 1.380,-
• Tarif R3 (>6.600 VA) = Rp. 621,-/kWh
• 2,4 kWh x Rp 621,- = Rp.1,490,-
• Emisi CO2 yang direduksi/bulan:
Koefisien emisi CO2 di Indonesia menurut IPPC (1998) = 781.2621 gram/kWh
2,4 kWh x 781.2621 gr/kWh = 1.875 g = 1,875 kg CO2

Ini baru 1 alat elektronik. Ada berapa alat elektronik di rumah Anda?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: