Lingkungan, 2009-08-29 KRISIS Teluk Kendari

KRISIS Teluk Kendari Teluk Kendari saat ini mengalami krisis. Saatnya penyelamatan dengan cara ekstrim, jika tidak maka “sisa cairan” teluk hari ini pun akan menjadi daratan. TELUK Kendari tak dapat dipisahkan dengan awal keberadaan Kota Kendari yang menjadi ibukota Provinsi Sulawesi Tenggara, saat ini. Di teluk inilah semuanya berawal. Tradisi lisan menyebutkan, nama Kendari berasal [...]

Lingkungan, 2009-08-22 Tak Ada Lagi Cumi-cumi di Kabaena

TERUMBU KARANG Tak Ada Lagi Cumi-cumi di Kabaena SUATU subuh, 18 malam di bulan, sekitar 30-an perahu layar nelayan asal Pulau Makasar (Kabupaten Buton—saat itu) berbondong –bondong menuju Pulau Kabaena. Satu perahu diawaki antara tuju hingga delapan orang nelayan. Rombongan perahu itu menuju Pulau Kabaena selama 9 hingga 15 jam, tergantung kekuatan angin. Di pesisir [...]

Rubrik Wonua, 2009-06-30

Jejak Menarik Pelajaran Tambang Emas Bombana Sebuah kebijakan Tanpa Kajian Matang Pada Siapa Keuntungan Tambang Mengalir?Pemerintah Kabupaten Bombana mengeluarkan para penambang pada minggu pertama Juni 2009. Pada pertengahan Mei sebelumnya, asisten 1 Kabupaten Bombana, Slamet Rigay menyatakan mengeluarkan para pendulang adalah salahsatu tindakan untuk menertibkan pengelolaan tambang di Kabupaten Bombana. Tapi sesungguhnya kegiatan tambang Bombana [...]

Rubrik Wonua, 2009-05-28

Jejak Dampak Tambang Emas Bombana, Saatnya Jeda untuk Kepentingan bersama Ladang Emas Bombana, antara Rezeki dan Petaka Naskah : Abdul Saban Photography : Hasrul Kokoh Bukit-bukit tandus berjejer. Padang ilalang membentang sejauh mata memandang. Di kiri-kanan jalan berbatu terlihat aliran sungai yang keruh dengan kubangan bekas galian berukuran setengah meter. Tanah yang berada di bagian [...]

Rubrik Wonua, 2009-05-01

Jejak Mengurangi Ketidak Pastian Oleh Indarwati Aminuddin dan Foto Hasrul Kokoh Udin, Hendra, Wansar dan Masiatih merupakan potret nelayan di Sulawesi Tenggara hari ini. Udin, ABK Kapal Hidayah Samudera. Ia tinggal di rumah kontrakan di Desa Sambuli Kota Kendari. Sebanyak 13 rekannya juga berada di rumah itu. Mereka mulai menetap di desa tersebut pada awal [...]

Rubrik Wonua, 2009-03-25

Dari Kami Why We Do Care? Kami peduli, karena kami berada di Kota Kendari. Clean and green bukan tanpa alasan. Dua aspek ini disertai prinsip-prinsip good governance dalam pengelolaan lingkungan hidup. Artinya Pemerintah dan kita memiliki tanggungjawab yang sama untuk menciptakan kota yang bersih dari sampah, sedimen, gulma dan sejenisnya. Bersih itu meliputi fasilitas umum, [...]

Rubrik Wonua, 2009-02-21

Jejak Save our Tanjung Peropa, untuk Masa depan kami Oleh; Abdul Saban Jalan itu terjal dan berbatu. Menukik punggung-punggung bukit, lalu turun ke lembah curam yang terhampar pecahan batu cadas nan tajam. Baru melewati dua buah jembatan saja, rasa pegal di sekujur tubuh, sudah tak mampu ditahan. Inilah potret jalan rintisan Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan [...]

Rubrik Wonua, 2009-01-06

Jejak Penantian 45 tahun Dilansir Oleh Abdul Saban Di Laonti yang tenang, jalan adalah sumber harapan bagi warga. Mereka membayangkan berbagai kemudahan transportasi, informasi, komunikasi, pendidikan, kesehatan yang mengepung kota bisa mampir di wilayah mereka setelah 45 tahun desa ini terisolir. Sebanyak 9174 jiwa warga hidup di Laonti, Kecamatan Laonti Kabupaten Konawe Selatan. Desa ini [...]

Rubrik Wonua, 2008-11-29

Jejak Menitip Harapan di Rawa Aopa Usia tua tak jadi halangan bagi Makaratte untuk bertahan menjaring ikan di Rawa Aopa. Ia, dengan semangat tinggi bertekad menghidupi anaknya agar bisa jadi sarjana seperti anak-anak lainnya. Dia ingin, anaknya kelak bisa memberi ilmu baru cara membudidayakan ikan air tawar di rawa itu. Berbagai pengalaman menjaring ikan di [...]

Rubrik Wonua, 2008-11-01

Nilai ekonomi manfaat sumberdaya hutan mangrove TN Rawa Aopa Watumohai sebesar Rp. 2.153.547.750 setiap tahunnya, dengan pemanfaatan  perikanan  (biota laut) oleh ne;ayan sebesar Rp. 1.447.672.750 atau 67,22 persen, kemudian budidaya rumput laut sebesar Rp. 680.220.000 atau 31,59 persen, pemanfaatan kayu  bakau   sebesar   Rp. 22.917.500,- 1,06 persen dan pengambilan daun nipah untuk bahan pembuatan atap sebesar [...]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.