Kompas 2009-09-09/Halaman 22 E paper Nusantara
Makassar – Hamparan tanaman padi seluas 26.000 hektar terancam puso menyusul jebolnya tanggul saluran induk irigasi Sawitto di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, 4 September lalu.
Tanaman padi yang berusia 1,5 bulan hingga 2 bulan itu tersebar di sembilan kecamatan, antara lain Sawitto, Patampanua, Mattiro Bulu, Suppa, dan Lanrisang.
Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Pinrang Zainal Hafied, Selasa (8/9), mengatakan, jika perbaikan tanggul belum rampung dalam sepekan mendatang, tanaman padi di sembilan kecamatan tersebut bakal terhambat pertumbuhannya dan kemungkinan gagal panen.
”Saat musim kemarau seperti ini, lahan tanaman padi mengering. Harapan untuk terairi hanya bertumpu pada air irigasi,” ujarnya.
Menurut Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air, Provinsi Sulawesi Selatan, Soeprapto, sejumlah petugas telah dikerahkan untuk melakukan perbaikan konstruksi tanggul yang jebol itu.
”Sepekan mendatang, perbaikan diperkirakan rampung sehingga aliran air irigasi untuk sembilan kecamatan di Pinrang sudah bisa terkelola kembali dengan normal,” katanya.
Jebolnya tanggul itu, menurut Soeprapto, karena faktor usia konstruksi. ”Saluran induk Sawitto yang bersambungan dengan irigasi Saddang merupakan peninggalan Belanda (dibangun tahun 1939),” ujarnya.
Mencapai Rp 500 juta
Sepekan terakhir ini puluhan truk dikerahkan mengangkut material yang dibutuhkan untuk menambal dan membangun kembali tanggul sepanjang 20 meter dengan ketinggian 4 meter tersebut. Diperkirakan, anggaran perbaikan tanggul tersebut mencapai Rp 500 juta.
Menurut Bupati Pinrang Andi Aslam Patonangi, dalam 12 tahun terakhir ini saluran irigasi tersebut sudah tiga kali jebol.
Ia berharap upaya perbaikan yang kini dilakukan tidak mengabaikan mutu dan ketahanan konstruksi.
Filed under: Nasional





